Antara Makan, Nonton, Wisata, dan Hidupku

FiRst day – 1st Juli, 2008

TANJUNG BENOA

Tanjung Benoa yang terletak di ujung timur pulau Bali. Pantai ini merupakan tujuan wisata air yang lengkap. Berbagai sarana air disediakan disini seperti banana boat, snorkling, flying fish, parasailing serta jetski. Namun untuk olahraga surfing yang banyak terdapat di pantai-pantai pulau Bali lainnya, tidak dapat dijumpai disini dikarenakan ombak di pantai ini cenderung tenang, sehingga kurang mendukung untuk surfing.

Aku tidak menaiki wahana di atas, namun aku naik speed boat menuju Pulau Penyu yang ditempuh kurang lebih 20-30 menit perjalanan. Dengan biaya Rp.35 ribu per orang. Pulau ini disebut Pulau Penyu, karena merupakan tempat penangkaran berbagai spesies penyu yang hampir punah. Selain hewan reptil ini juga ada hewan jinak lainnya, misalnya ular, elang, kelelawar, tupai, kelinci, ayam, dll.

PUJA MANDALA

Setelah puas bermain air, tibalah kita di Puja Mandala sekitar pukul 14.00 WITA. Saya kira masjid terakhir yang saya kunjungi adalah di Negara, Alhamdulillah tempat ibadah yang kini berada di tengah-tengah Hindu, ada juga. Uniknya di tempat ini tidak hanya Masjid saja, Gereja Kristen maupun Katolik, Pura, serta Wihara juga ada di sini, pokoknya lima agama di Indonesia klop abis ada di sini!

Garuda Wisnu Kencana (GWK)

Sekitar pukul 15.00 WITA, tibalah kita di kompleks Garuda Wisnu Kencana yang berada di Desa Ungasan, Jimbaran, Bali. Namun sebelumnya kita melewati Universitas Udayana, universitas negeri terbesar di Bali. Menurut Mbok Ayu (Tour Guide kami), sebelum dibangun GWK dan Universitas Udayanam daerah sana tidak bisa dihuni dan tidak bisa ditanami. Tapi kini daerah tersebut ramai dan dapat dihuni. Di sana terdapat patung Dewa Wisnu yang maha besar, namun sayangnya belum selesai, hanya bagian kepala dan badan tanpa tangan. Di dekatnya pula terdapat patung Garuda yang masih dibuat kepalanya saja. Menurut Mbok Ayu juga, dulu sebelum adanya Bom Bali, pembangunan GWK lancar-lancar saja, namun setelah bali diguncang bom dua kali. Pembangunan GWK benar-benar mengenaskan, hanya mengharap dari tiket yang terjual. Dan belum dipastikan kapan selesai. Selain masalah dana, perlu diketahui bahan baku patung yang rencana melebihi patung Liberti di USA itu diambil langsung dari perbukitan kapur, dan tentunya membelahnya memakan waktu yang amat lama, dan dikerjakan pula dengan alat yang tradisional, karena menurutnya lebih baik. Dan dikerjakan tidak di Bali, melainkan di Bandung.

JOGER

Bandung punya Dadung, Yogyakarta punya Dagadu dan Bali punya Joger! Toko yang menjual barang unik dan bertuliskan kata-kata yang menggelitik, pantas saja kalau disebut pabrik kata-kata. O ya untuk mencapai toko yang terletak di jalan Kuta ini, kita harus menaiki Komutra, sejenis shuttle bus alias bus pengantar dari Sentral park ke Jogher dengan tiket yang disediakan oleh Biro Wisata. Mini bus ini juga unik, tanpa jendela kaca, jadi bisa leluasa melihat ke kiri dan kanan sekalian bisa lihat keseharian jalanan dan aktifitas orang-orang di sini, itung-itung ada turis lewat! Hehehe. Kendaraan dengan warna-warni yang khas ini bisa memuat maksimum 20 orang tapi kalau ramai bisa sampai 30-an. Ukuran T-Shirt, Kemeja, Celana di Joger adalah ukuran Bule apalagi harga yang ditawarkan, wuih harganya bule cing! Tapi harga segitu emang setara dengan barang yang dijual, karena dijamin original! Karena Joger tidak membuka agen dimanapun! Aku mesti puas dengan membeli Polo Shirt hitam (warna favoritku) seharga 100 ribu dan gantungan kunci seharga 25 ribu yang kembaran ma Bazooka!.

PANTAI KUTA

Setelah asyik berbelanja di Joger, tinggal menaiki angkutan berwarna biru dengan membayar Rp 3 ribu. Sayang hari sudah senja jadi aku tidak bisa melihat matahari tenggelam alias Sunset. Pantai Kuta merupakan jantungnya pariwisata di Bali dan paling terkenal sampai mancanegara. Di sini kita bisa melihat banyak sekali turis mancanegara sedang sunbathing alias berjemur. Apalagi kawasan pertokoannya juga dibangun dengan mewah dan sudah tidak persis kawasan Indonesia, udah mirip luar negeri lah! Selain itu para pengunjung dapat menikmati matahari tenggelam, sehingga pantai ini dikenal juga Sunset Beach. Karena hari sudah agak petang, aku bergegas pulang. Tapi hey, mana komutranya? Aku, bazooka, Kiki kebingungan, namun akhirnya datang juga dan tentunya dengan balapan dengan orang lain. Akhirnya duduk dengan tenang deh.

Setelah sampai di hotel, lihat kasur ma bantal jadi pengen tidur. Ngantuk abiz . . . . . .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s