Antara Makan, Nonton, Wisata, dan Hidupku

Mana Makanan Khas Balinya?

Yang menarik perhatianku di sepanjang perjalanan wisata di Bali adalah masalah makanan. Emang dari 280-an siswa, cuma aku yang memperhatikan, maklumlah kalo masalah makanan aku ngerti banget! Mengecewakan banget karena dari hari pertama hingga pulang, makanan khas Bali tidak ada yang masuk ke perut. Emang sih ada makanan yang bahannya Babi, tapi kan ada juga yang halal.

Gimana sih ni Panitianya! Uang Rp 575 Ribu cukuplah setidaknya sekali aja makan khas Bali. Tapi yang ada sayur asem, lodeh, telor goreng, mie, sop, ayam panggang, ikan bandeng. Aduh………mana khas Balinya? Buat panitia, jangan cuma mikirin untung saja! Tapi juga makanan kita “dirumat”!

2 responses

  1. Wah mendingan tuh Om. daripada aku makanannya ccuma dikasi Ayam cuwilik bgt. Ga boleh tambah lagi. Makan soto cuma di hari terakhir aja.

    11 Juli 2008 pukul 19:43

  2. danang

    pangan nane g enak kudu mutah q, tp g po2.dar pd luwe…………….

    21 Juli 2008 pukul 12:39

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s