Antara Makan, Nonton, Wisata, dan Hidupku

Membangun Semangat Pemimpin Masa Depan (Radar Kediri,29 Okt 08)

print00011

Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia. Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertanah air yang satu, tanah air Indonesia. Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

Selasa 28 Oktober, genap 80 tahun sudah sumpah pemuda diikrarkan sejak 28 Oktober 1928. Hari penuh makna bagi perjuangan bangsa Indonesia untuk meraih kemerdekaan yang hakiki. Sangatlah patut bagi kita untuk turut memperingatinya guna menambah rasa nasionalisme dan rasa cinta pada tanah air.

Pertanyaannya, apakah Sumpah Pemuda benar-benar telah dihayati oleh pemuda zaman sekarang? Banyak pemuda yang mengangapnya sebagai perayaan biasa, tak jarang pula yang tidak tahu bahwa hari ini adalah hari sumpah pemuda, tidak hafal benar isi dan kapan diikrarkannya sumpah tersebut

Bahkan mereka tidak tahu para pahlawan yang mengikrarkannya sebagaimana mereka mengenal pemain sepak bola yang merumput di luar negeri. Inilah kealpaan yang sangat besar, yang menjadikan kaum pemuda di masa yang canggih ini terlambat, yang menjadikan otot-otot pemuda melemah.

Tidak hanya itu, di era globalisasi ini para pemuda Indonesia perlu ditanyakan rasa cintanya pada Indonesia.Lihat saja sekeliling kita, banyak anak muda yang lebih menggemari budaya asing dibanding budaya negeri sendiri. Cara berpakaian mulai dari Harajuku ala Jepang, Emo, ataupun Punk yang benar-benar bukan budaya Indonesia. Dalam menggunakan produk pun para pemuda lebih bangga memakai barang impor, padahal barang made in Indonesia tak kalah berkualitas dibanding buatan luar negeri.

Media elektronik misalnya televisi pun secara tidak langsung “mencekoki” jiwa pemuda. Lihat saja banyak para artis sinetron maupun film yang menggunakan bahasa gaul, atau bahkan mencampur aduk Bahasa Indonesia dengan bahasa asing.

Banyak juga lagu-lagu karangan anak Indonesia namun berbahasa Inggris. Keadaan ini diperparah dengan munculnya bahasa baru, bahasa gaul. Bahasa ini merusak khasanah Bahasa Indonesia yang indah, kata secara digunakan tidak pada mestinya, penggunaan kata ganti saya menjadi eke, akika, gue, dll

Bagi sebagian generasi muda, menggunakan bahasa asing itu lebih membanggakan dibandingkan dengan bahasa negeri sendiri. Apalagi jika dihubung-hubungkan dengan zaman yang semakin maju, arus globalisasi menuntut kita untuk dapat berbahasa asing. Dengan berbahasa asing kita dapat mempelajari ilmu yang mereka miliki, bertukar informasi dengan orang lain di negeri lain, menambah khasanah ilmu pengetahuan dengan membaca buku bahasa asing, melihat berita berbahasa asing. Dan kiranya dengan ilmu yang kita peroleh dapat berguna bagi bangsa kita. Sebagai sebuah bangsa yang ingin maju kita harus menyesuaikan diri dengan perkembangan. Namun bukan berarti kita meninggalkan identitas kita.

Coba kita tengok negara lain, Negara Jepang contohnya, rakyatnya lebih cinta pada Bahasa Jepang dibandingkan bahasa asing, dan dengan amat membanggakan mereka memberi nama produk berskala multinasional dengan bahasa asli mereka, misalnya Yamaha, Honda, Kawasaki, Suzuki, dll.

Bangkitlah para pemuda Indonesia, perkuat talu persatuan. Dan dengan memperingati momen Sumpah Pemuda yang telah berusia 80 tahun, marilah kita perkuat tali persatuan dan kesatuan yang menjadi dasar dari Hari Sumpah Pemuda ini. Pepatah arab mengatakan “Subbanul Yaum Arrizalul Ghoddan” Pemuda hari ini adalah pemimpin masa depan, dengan semangat kita, para pemudalah yang mampu membawa bangsa ini kepada kejayaan.

3 responses

  1. sy

    Andai aj pemikiran anak muda jaman sekarang kya kmu.
    Duh brsyukur bgt dech qt bs hidup d jaman yg dah merdeka nie.
    nah moga2 artikel kmu nie bs dbaca & jd ilham u smua tmen2 generasi muda .
    oce cu^^.

    7 November 2008 pukul 17:32

  2. hehehe

    7 November 2008 pukul 19:35

  3. Boz….
    Snap-Imagenya patenono.
    Aksese dadi lemot.
    Tempatnya di :
    WP Admin -> Design -> Extras -> Disable Snap

    8 November 2008 pukul 08:57

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s