Antara Makan, Nonton, Wisata, dan Hidupku

Kuliah? Jangan belajar saja, Yuk Berwirausaha!

Ketika saya sekolah dulu, saya berpikir dalam hati, “Enak ya kuliah itu, nggak pakai seragam, pakai baju bebas, kemana-mana bebas, enak lah kayaknya jadi mahasiswa, kayak di sinetron-sinetron.” Saya memiliki banyak ekspektasi sebelum menjadi mahasiswa. Namun setahun ditempa menjadi mahasiswa baru di ITS Surabaya, saya mendapatkan banyak hal. Bahwa banyak hal yang bisa kita kerjakan dan yang pastinya bermanfaat, baik untuk diri sendiri maupun untuk orang di sekitar kita.

Saat mahasiswa baru, saya dijejali banyak hal, tentang nasionalisme, tentang bagaimana menjadi mahasiswa ideal. Satu persatu saya telaah, dan menghasilkan sebuah keyakinan, “ojo kuliah thok! Ojo sinau thok!” (Jangan kuliah saja, Jangan belajar saja!). Alhasil banyak kegiatan yang saya lakukan selama ini, dari berorganisasi, maupun kegiatan yang sedang saya perdalam, yakni menjadi Entrepreneur alias wirausaha.

Sebenarnya, banyak sekali cara kita untuk berwirausaha, kalau tidak punya modal, cukup membuat beberapa lembar proposal bisnis, diikutkan lomba, kalau menang dapat modal, itu hal termudahnya! Salah satu caranya adalah dengan mengikuti Program Kreatifitas Mahasiswa bidang Kewirausahaan atau biasa dikenal PKM-K. mahasiswa yang punya keinginan untuk berwirausaha dapat berkompetisi di ajang ini.  Kalau lolos, maksimal 10 juta rupiah dapat kita dapatkan sebagai modal berwirausaha. Kreatif, hal mutlak dalam pembuatan usaha, dengan ide kreatif dan beda, serta memiliki nilai jual tinggi, proposal kita akan dapat untuk didanai.

Banyak diantara mahasiswa di Indonesia yang sudah mapan sebelum lulus karena berwirausaha. Dari almamater tercinta saya, kampus perjuangan, ITS Surabaya, usaha kuliner “Sego Njamoer” telah membahana di pelosok negeri. Konsep Sego Njamoer ini adalah nasi kepal ala onigiri Jepang yang berisi jamur tiram putih, dijual 3500-4000 rupiah per porsinya.  Di tangan Mahendra Ega, Mahasiswa Teknik Fisika ITS angkatan 2008 beserta rekan-rekannya, kini Sego Njamoer, sudah membuka 36 cabang yang tersebar di wilayah Surabaya, Mojokerto, Sidoarjo, Malang, Bekasi, Depok, dan Bali. Satu gerai Sego Njamoer bisa meraih omset Rp 12 juta sebulan. Secara kalkulasi per tahunnya dari cabang tersebut, Rp 5.184.000.000, omset yang tidak sedikit untuk usaha yang dirintis oleh mahasiswa.

Image

Bagaimana dengan saya sendiri? Saya masih berjuang untuk berwirausaha, melalui PKM-K tahun 2012, proposal saya berhasil didanai 5 juta rupiah dari Dikti, memang berwirausaha bidang industri kreatif, yakni Boneka, tidak selaris kuliner, namun saya yakin di suatu saat nanti, bersama tim saya, BoCak, mampu merajai industri boneka di Indonesia. Melalui bisnis kecil-kecilan saya ini, tim saya pernah mendapatkan Juara I di Lomba Gelar Karya Mahasiswa ITS, dan mendapatkan uang 1,5 juta. Dari sebuah lembaran proposal bisa membuat kita menjadi pribadi yang harus berpikir kreatif dan prestatif.

Tidak hanya dari PKM-K saja sebenarnya, dari berwirausaha kaos distro, kaos khas kampus, gantungan kunci, minuman, makanan, tas, atau hanya berjualan pulsa, namun kita memiliki ratusan agen, kenapa tidak? Dari hal kecil bisa berbuah manis dan menguntungkan! Kita sering mendengar, sembilan dari sepuluh pintu surga adalah dari perniagaan, dan kenapa tidak ketika menjadi mahasiswa, kita bisa menjadi wirausaha, sehingga ketika lulus nanti, kita bisa sukses menjadi CEO di perusahaan kita sendiri. Jadi kuliah jangan hanya belajar kalkulus, praktikum, laporan, skripsi, #YukBerwirausaha!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s